Profil Desa

🏡 Profil Desa

SEJARAH DESA DULUPI

 

          Pada zaman dahulu sebelum
hindia belanda, Desa Dulupi belum mempunyai nama yang resmi, karena waktu itu
masih diselubungi oleh hutan dan pohon-pohonan didalamnya hutan tersebut
terdapat macam-macam pohon yang disebut pohon Mangiti yang getahnya dapat digunakan
sebagai air tinta atau tinta dulu.

          Menurut kisah dan sejarah terdahulu terbentuknya desa
Dulupi sekitar tahun 1782 yakni ; berawal dari datangnya orang – orang dari
boulemo sulawasi tengah yakni keturunan dari raja Hulumani yang asalnya dari
daerah Duluwo Limo Pohala’a, sekarang dua lima pohala’a Gorontalo.

Namun
pada waktu itu raja Hulumani tidak mendapat tempat atau kedudukan di Duluwo
Limo Pohala’a Gorontalo seperti ; Suwawa bulano, Huwango Botu, Tenilo dan Sabua
( sekarang disebut kampung tenda )

Melihat
hal ini raja Hulumani merantau dan pindah ke Boulemo dengan menggunakan perahu
kecil. Setelah beberapa tahun lamanya di Boulemo maka, kawin dengan seorang
wanita bernama Nurumani dan dikaruniai beberapa orang anak yang diantaranya
adalah Palowa. Ingin menelusuri awalnya daerah Boulemo maka raja Hulumani
mempertanyakan arti dari Boulemo.

Setelah
diketahui bahwa Boulemo adalah sebuah lemon yang hanyut dan terdampar disalah
satu tempat yang sangat harum, maka raja Hulumani berangkat bersama anaknya
dengan maksud mencari pohon lemon dengan menggunakan perahu.

Dalam
sekian lama mereka menelusuri asal buah lemon tersebut, maka pada satu saat
mereka melihat sebuah pantai yang sangat indah dan terbuka hati mereka singga
pertama kali di daratan, ternyata pantai itu adalah pantai Dulupi, walaupun
waktu itu belum ada nama.

Ingin
mengetahui maksud perjalan mereka, maka tinggil beberapa lama dan mulai
menempati pemukiman yang akhirnya Dulupi terbuka, dan makin lama diperluas lagi
menelusuri asalnya buah lemon maka raja Hulumani meneruskan perjalanan ke
Tilambuta (Tilamuta) dan Tulo-tulo (Tutulo). Ternyata pohon lemon yang
ditelusuri tersebut mulai dari Tangkobu sampai dengan salilama (Mananggu).


Sangat
mendukung sejarah desa ini adalah raja Palowa waktu itu membawa :

-       
Sebuah buku yang lembarannya dari kulit (Tabongo)

-       
Batang raja ( Tongkat ) di desa hungayonaa

-       
Bitu’o di desa lamu / mohungo

Dewasa
ini benda – benda tersebut masih dipelihara keutuhannya.

Pada tahun 1820 raja
Palowa memperluas daerahnya ke tabongo varia, bualo, olongia, dulupi huluk, dan
sebagian pangi menentukan pertengahan wilayahnya olongia kotaraja.

          Pada tahun 1864 terbentuklah pemerintah yang diakui oleh
masyarakat yang namanya perkampungan (Kampung) yang dipimpin oleh Tahlele Matowa
yang mulai mengatur kehidupan orang dan bermasyarakat terutama dibidang tanah
atau pertanian dan kepercayaan.

Menjelang
pemerintahan jepang sekitar tahun 1942 sampai 1945 waktu itu jepang kalah mulai
tersiarlah nama Dulu Pilih lalu diperbaiki menjadi DULUPI.

Kemudian
tahun 1946 memisah dengan olongia kota raja, dulupi huluk, polohungo dan pangi.
Sebagai bukti nyata wilayah dulupi waktu itu adalah sebuah jembatan yang
menghubungkan kotaraja dan polohungo namanya jembatan dulupi ( Hulude seni )
yang dibuat oleh penjajah belanda.

Tahun
1946 keatas, resmilah pemerintah dikampung dulupi dan ditahun 1974 menjadi
Desa.



Demikian
sejarah singkat terbentuknya DESA DULUPI.


VISI 

"MEWUJUDKAN DESA DULUPI MENJADI DESA YANG CERDAS (CERIA,ENERGIK,RELIGIUS,DAMAI,AMAN, DAN SEJAHTERA)"

MISI

1. MEWUJDUKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA YANG SEHAT DAN CERDAS SERTA MAMPU MENDUKUNG EKSISTENSI PEMBANGUNAN DESA

2. MEWUJUDKAN PEREKONOMIAN DESA YANG BERBASI PADA EKONOMI KERAKYATAN DAN POTENSI UNGGULAN DESA

3. MEWUJUDKAN TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK, DEMOKRATIS, DAN BERTANGGUNG JAWAB.

4. MEWUJUDKAN KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG SEJUK DAN DAMAI DIDUKUNG OLEH PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM